Tampilkan postingan dengan label Lain2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain2. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2016

Selamat Datang 2016

Tahun 2015 sudah berlalu dan sekarang tiba di tahun 2016. 

Selamat datang 2016, semoga lebih baik dari tahun sebelumnya. Semoga apa yang ingin dicapai bisa terwujud. Semoga selalu sehat wal afiat dan semakin bertaqwa. 

Salah satu makanan favorit yang dibikin istri adalah kue lempeng. Kami sempat berdebat yang benar tulisannya adalah lempeng atau limping. Istri sih bilang yang bilang limping, walaupun dibilang lempeng juga yang benar tulisannya. 

Kemudian satu cerpen istri yang dimuat di Majalah Bobo tentang kue lempeng dan tulisannya adalah lempeng. Dibilang benar kan tulisannya lempeng? Istri keukeuh menjawab kalau itu memang dia yang nulis lempeng. 

Hehehe... Apapun itu senang ada tulisannya di Majalah Bobo lagi. 

Cerita dibalik cerpen tentang kue lempeng bisa dibaca di sini

Pengin resep kue lempeng? Mungkin nanti bakalan ia tulis tuh di blog barunya. Sekarang istri lagi senang bikin resensi buku. Buat lomba juga sih katanya. Resensinya bisa dibaca di sini dan di sini

Rabu, 21 November 2012

Terpaksa (harus) menyerah

Menyerah yg satu ini sebenarnya lebih dikarenakan tak ada pilihan lain, bukan karena gak sanggup untuk mendapatkannya, bukan pula karena lebih menghemat waktu dalam mendapatkannya walau harus membayar lebih mahal.

Bukan mengenai apa2 sobat, ini mengenai mengisi bensin, nasib punya motor dg cc yg agak besar (hanya 135 sih :p) namun memiliki tangki yg bahkan lebih kecil dari tangki sepeda motor dg cc yg lebih kecil dari itu (dan bahkan lebih hemat pula), begitulah yg harus kuhadapi setiap harinya, melewati 5,5 KM setiap kali perjalanan menuju kantor ataupun sebaliknya sebanyak 2x dari masing2 perjalanan itu. Kalikan aja ya berapa kilo yang harus ditempuh..

Trus, apa tak ada yg jual bensin di kota kecil itu? Hemm, mungkin harus kutanya balik dulu, jual resmi atau gak? Alias SPBU atau bukan? Jawabnya ya tentu saja ada, daerah dengan pengembangan explorasi minyak bumi, gas serta batu bara ini tentu saja memilikinya, bahkan 2 walau yg satu bukan disupply dari perusahaan pengolah minyak dalam negeri (dan lebih sering tutup daripada buka).

Kalo sudah memiliki SPBU, apa bensin bisa lebih mudah didapatkan? Kalo pertanyaan ini sih jelas jawabnya اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ ya, tak begitu susah mendapatkannya, masalahnya didapatkannya dari SPBU atau pengecer (yang makin menjamur). Bahkan dari kantor menuju rumah, ada lebih dari 20 kios pengecer looh...

SPBU di kota ini (terutama bensin) rata2 hanya berusia 1-2 hari aja sebelum pasokan dari Bpp kembali datang, dengan antrian yang hampir setiap beroperasi selalu panjang. Jika ingin bensin dg harga standar, maka kita harus rela mengantri bareng sepeda motor dg tangki besar mereka, mobil2 baik mobil perusahaan atau mobil usaha lainnya. Bahkan ada yg sampai2 rela antri beberapa kali demi memenuhi tangki sepeda motor mereka (hasil dengar yg tak disengaja dari para pengantri lainnya). Hal ini diperburuk dengan kondisi pelayanan air dari instalasi pemerintah yg sering ngadat untuk daerah tertentu yang menghidupkan usaha pengiriman air tandon yang menggunakan sebuat mobil jenis pick up, semakin memperparah antrian di sana. Memang sih, rata2 gak akan lebih dari setengah jam, namun jika setengah jam itu kita pake untuk keperluan lain, misalkan hafalan, atau maintenance laptop, mungkin akan lebih bermanfaat.

Gak perlu ditanya lagi kenapa mereka yg rela harus mengantri panjang dan lama beberapa kali di SPBU. Buat perjalanan jauh? Ah, kurasa tidak, kemungkinan terbesarnya adalah buat dijual lagi, ada yg gak setuju? Hehe.. Ditempatkan pada botol2 berukuran (katakanlah) 1 liter atau jerigen yg katanya isi 2 liter, disusun rapi di pinggir jalan dalam suatu rak dengan pelindung secukupnya, dijajakan 6000 rupiah setiap botolnya. Oke, katakan lah dalam sebotol itu isinya beneran 1 liter, harga seliter di SPBU adalah 4500, maka keuntungan menjual eceran ini adalah 1500 rupiah, dengan kata lain, keuntungannya adalah lebih dari 30% dari setiap liter yg dijualnya.

Lantas apa ada masalah jika memberikan uang 1500 pada tiap liternya kepada penjual bensin eceran itu? Terus terang bukan itu alasanku menghindari membeli bensin eceran, namun lebih ke tidak mendukung aktivitas ini terus berkembang. Karena jika kita membeli, berarti kita udah mendukung mereka bukan? Tidak akan kulakukan selama masih bisa kuhindari. Terus, sekarang menyerahkah aku? Hemm, kayaknya untuk kali ini aja, atau di saat yg mungkin tak jauh berbeda dengan keadaan seperti ini. Di saat SPBU udah tak mendapatkan pasokan, dan seiring dengan itu, sepeda motor yg nyaris tiap hari kupakai itu memerlukan 'minuman' penggeraknya. Mau tak mau harus beli di eceran, seraya berharap gak akan melakukannya lagi terutama dalam waktu dekat dan melakukan pengiritan dan berusaha mengurangi penggunaan sepeda motor ini.


Mungkin ada baiknya memikirkan sebuah opsi untuk mengganti sepeda motor yg lebih irit dengan tangki yang besar...


22.11.12

Minggu, 13 Mei 2012

subtittle

hanya menyempatkan nulis sambil nunggu report yang lagi diperiksa client..

Baru sadar, dan baru ngerti, setelah sekian lama kebingungan (padahal karena gak pernah nyoba..:p)

Duluu, kalo download suatu film yang tanpa teks, walau bisa ngerti (dikit2 sih) tapi tetap aja kurang bisa menghayati film yang lagi ditonton :p

Ternyataaa, caranya sangat mudah.. pilih lah film yg tanpa teks itu, kalo gak punya subtittle atau teks dalam film, carilah filenya dengan extension **.srt (sesuaikan dengan judul filmnya yah..:D)

Begitu ketemu subtittle suatu film (yang telah kita punya itu), tempatkanlah dalam folder yang sama..dan yang penting buat diperhatikan, pastikan nama file film dan file subtittle itu sama (namun beda extension file lho yaa..) kalo gak sama, si subtittle tak akan muncul di film looh..

Nah, kalo udah gitu, bisa nonton film dengan teks yg kita inginkan looh...

walau ada software tersendiri buat nyatuin film dan teks, namun, cara ini tentunya jauh lebih mudah, dan tentunya tak perlu download ulang itu film, cukup download file *.srt itu tadi, cepat dan gak berat..hanya beberapa kb..

sekiaann...

(catatan maksa :p)

Selasa, 24 April 2012

Project PCK 7b

Project ini bisa dibilang yang paling kacau dari beberapa project yang udah pernah kulewati..
apa aja itu? ini dia...:
  1. Supply material yang telat, baik material dari CPY atau CTR, ada item yang telat banget dan gak sesuai dengan yang direncanakan, efeknya, project yang memodifikasi 2 platform ini yang semestinya menyelesaikan project per platform, harus menyicil di platform yg 1 dan yang lainnya, sesuai dengan kedatangan material yang dibutuhkan selama project, menjadi masing-masing 2 kali mendatangi platform (saat ini masing2 sudah sekali, menuju kedatangan kedua di platform pertama..
  2. kegiatan Diving (menyelam), kerjaannya sangat tergantung alam, jika arus bawah laut udah kencang atau ada sedimen bawaan darat (masih terpengaruh erosi dari daratan, terutama jika hujan) sudah tak ada kegiatan. Belum termasuk kalo ada kegiatan diving ini, segala aktivitas di atasnya pasti dihentikan, kecuali sudah terproteksi dengan sangat baik, syukur udah selesai setelah sempat standby sepekan lebih karena arus kencang...
  3. AHT rusak saat pemasangan jangkar, ni AHT (anchor handling tug), armada yang membantu pemasangan jangkar buat barge ini lagi2 rewel, yah, idem dengan 2 project yang sudah dilewati, lagi2 AHT ini rusak saat akan memulai pekerjaan. oleh karenanya, dapat bantuan AHT dari CPY buat assist pasang jangkar. (konsekuensinya paling potong kontrak)
  4. Crane rusak, crane yang terhitung baru itu (baru sekitar setahun) itu ngadat, mendatangkan teknisi dari Handil, Bpp sampe langsung dari jepang sana..begitu banyak yang dirugikan dari tak berfungsinya crane ini, setelah sepekan, akhirnya crane itu hidup kembali, ada semacam hardware dari komputerisasi crane itu yang mati, perkiraan awalnya karena petir atau ada pengaruh dari grounding yang tidak baik (entahlah, belum tau kelanjutannya)
  5. AHT rusak lagi saat assist heavy lift barge, (inisialnya FV ya..), FV yang sudah ditunggu2 kedatangannya akhirnya selesai diinspeksi oleh CPY dan siap buat berangkat ke platform, AHT yg bermasalah tadi juga, lagi2 ngadat, sehingga mengharuskan standby sehari menunggu AHT berfungsi dengan baik..FV yang semulanya direncanakan berangkat jam 4 pagi, baru jalan sekitar jam 6-an sore, tak berhenti sampe disitu, sekitar jam 8 malam, FV ternyata kandas..selidik demi selidik, ternyata AHT yang narik FV ini udah keluar dari jalur rencana sekitar 700 meter..efek dari kandas ini, pihak FV minta AHT yang lebih besar dan minta diving buat cek adaan bawah bargenya. sudah dilakukan sejak kemarin, insyaAllah FV akan menuju platform pada malam ini..so, kita lihat aja..
Hemm, apalagi yah? kira2 masalahnya (yang besar) hanya ini dehh..masalah kecil??banyaak, gak usah aja, tapi intinya dari sana semua..masalah yang disebutin ini hanya yang memperngaruhi secara mayor pada schedule project ini..
kira2 apalagi yah? moga gak ada yg major lagi deh, amiin..

Peciko, 25 April 2012